Baru saja selesai mengikuti Diklat Prajabatan.
Enam belas hari mengikuti materi dan latihan di Gedung Diklat Kabupaten Banyumas, dan diasramakan. Apa si Diklat Prajabatan?? Sebelum diangkat menjadi PNS, kami para CPNS wajib mengikuti Diklat ini. Jika lulus Diklat, sehat jasmani rohani dan memenuhi syarat, CPNS br bisa diangkat menjadi PNS.
Ok, lalu apa ceritamu ttg Diklat ini Din?
Suasana baru, orang2 baru, dimana aku sedikit kesulitan menyesuaikan pada awalnya. Tapi seiring berjalannya waktu, akhirnya bisa menikmati juga. Di awal masa kegiatan, aq kangen banget jaga IGD. Yah, bagaimana ga kangen, biasa jadwal tidur ga teratur menyesuaikan jaga, di asrama Diklat semua menjadi teratur. Biasanya ketemu orang2 sakit dg semua aspek medis yg harus aku kaji, di asrama Diklat aku bertemu orang2 sehat smua dg segala karakternya. Rutinitas pekerjaan yg kadang membosankan menjadi hal yang sangat kurindukan.
Namun di Diklat ini aku menemukan pemahaman baru. Konsep PNS yg masih mengambang kini menjadi jelas. PNS ternyata membawa banyak konsekwensi, tidak sesederhana yg aku pikirkan. Pada awalnya aku ingin masuk PNS agar bisa ttp jaga IGD di RS pemerintah. Ternyata setelah masuk PNS, tidak cuma jaga IGD saja, tp aku jg mendapat banyak tanggungjawab pekerjaan. Sesuatu hal yg banyak menyita energi dan pikiran, yang memaksaku belajar hal baru. Aku bahkan awalnya tidak tahu hak dan kewajiban sebagai PNS, apa itu pangkat dan golongan, dan segala thethek-bengek menjadi PNS.
Dari Diklat Prajabatan itulah aku belajar. Hak dan kewajiban, banyak hal yang menyertai status PNS ku. Dan hal yang paling utama adalah, bahwa masih banyak PNS baik yang bekerja dengan tulus dan jujur. Bahwa tidak semua PNS itu korup dan memalukan. Semua kembali ke individu masing2, bukan kesalahan institusi. Melihat teman2 di Diklat Prajabatan yg penuh semangat dan dedikasi membuat aku tersadar. Kami adalah generasi pengganti yang mempunyai harapan besar terhadap pembaharuan. Menyadur nasehat Bpk Kepala Diklat, ” Aja golet longan, tapi nggawea meja, mesti ana longane“
Aku beruntung mendapat pekerjaan yang selalu berhubungan dengan masyarakat. Yang akan selalu dituntut kinerja baikku, yang mungkin akan dikomplen dan disalahkan. Hal tersebut menjadi kontrol dalam pekerjaanku. Dan aku tahu banyak kebaikan jika aku tetap bekerja di sana, mendapatkan makanan fisik dan rohaniku. Walau pasti banyak sikap pesimis terhadap kami, dan kadang aku pun jg pesimis, tapi bekerja dengan baik dan benar adalah kuncinya.
Bismillah..

Bu Din, moga2 niat njenengan untuk bekerja dengan tulus dan ikhlas memberikan jalan penerang untuk orang di sekitarmu, penyembuh bagi orang sakit dan kebaikan untuk institusi mu mengabdi..amin.
Amin.. Matur nuwun mas Arif
Semoga bisa selalu istiqomah dengan niat nya mb Din….. Akan lebih indah dengan saling mengingatkan, karena pasti banyak godaan tuk membelokkan niat kita …selalu semangat menuju keikhlasan dalam bekerja….. Yuk maree…hehehe…