Jadi Residen Anak

image

Ah.. Akhirnya bisa berbagi di tahun ke-2 masa residensiku.
Jadi residen anak. Inti ceritanyak seperti itu. Adalah hal kedua paling hebat yang terjadi dalam hidupku, setelah berkeluarga tentunya. Sensasinya, tantangannya, pengorbanannya, stressnya, smua luar biasa hebat. Tapi kepuasannya jauh lebih hebat lagi. Aku jadi tahu sampai sejauh mana titik ketahanan fisik dan emosionalku. Semua itu ditarik ke titik paliiiiiing jauh. Sejauh yang kamu bisa. Alhamdulillah ya, masih bisa ditarik, tidak putus ditengah jalan. Hahahaha.. Ini membuatku sangat, sangat bersyukur.
Hal hebat lainnya adalah bertemu dg orang-orang super hebat, para guru-guru kami. Bisa keren dari sisi keilmuan, prinsip, disiplin dengan beban kerja yang waw.. Itu super menurutku. Juga orang-orang hebat rekan residen. Tahulah kami sesama penempuh perjuangan ini, kalau tidak hebat mana bisa bertahan. Aku bukan tipe yang pandai bergaul, tapi dibalik keunikan kami masing-masing selalu ada hal hebat di sana.
Ga usah cerita lika-liku kami ya. Ada poin hebat yang menurutku perlu kami renungkan. Bahwa hal-hal hebat itu sering kali tidak serta membuat aku hebat pula dalam menundukkan diri, melafalkan doa, mengingat kebesaran Tuhan, atau senantiasa memanusiakan manusia. Aku belum hebat dalam hal itu. Tersenyum, berterima kasih. Mungkin sedikit berbagi bacaan buku favorit kami. Atau sekedar bicara, “hey, saya juga lelah..” Kita pun sama-sama manusia.

Poin renungan kedua. Menurutku, tidak ada profesi mulia. Semua profesi sama saja. Tergantung kita melakukannya dg cara mulia atau tidak. Mulia, berarti jujur, tidak curang, tidak menjatuhkan, tidak cari aman, dan seterusnya, seterusnya. Mulia dalam hati dan pikiran. Aku ingin bisa seperti itu. Otakku tidak begitu cerdas, tapi semoga hatiku masih cukup waras untuk teguh di jalan kebenaran. Aamiin, aamiin..
Cita-citaku  pun sederhana. Bisa kembali bekerja dan merawat keluarga. Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih dan penyayang, kabulkanlah doa hambaMu yang lugu ini. Aamiin..

Eniwey, jadi residen Anak itu menyenangkan. Jadi kalian harus mencobanya🙂

Tinggalkan komentar

Filed under ceritaku saja

Bukan saya tapi Anda, Dokter

Bukan saya, tapi Anda

Bukan saya, tapi Anda
Anda yang harus bersabar Dokter
Sabarlah dengan kami yang terlalu sedih untuk bersikap baik
Sabarlah dengan keputusasaan kami
Sabar dengan penolakan dan tidak pahamnya kami
Sabar, Dokter

Bukan saya, tapi Anda Dokter
Bukan saya yang harus kuat, tapi Anda
Anda yang harus kuat menghadapi beban pikiran ini
Kuat untuk tetap berpikir jernih dalam situasi genting
Bukan saya Dokter, tapi Anda

Bersemangatlah, bergembiralah
Itu nasehat favorit Anda kepada saya, dan saya rasa lebih pantas buat Anda. Bukan saya

Bukan saya, tapi Anda Dok
Berdoalah, memohonlah kepada Tuhan
Tuhanlah tempat kita bergantung, tempat kita bernaung
Bukan saya, tapi Anda
Karena saya bukan Dokter

2 Komentar

Filed under Uncategorized

Ibu minta ijin untuk waktumu

Lelap sekali tidurmu Nak. Ibu selalu suka memandangimu terlelap. Selalu suka. Hanya saja kali ini ibu agak serius. Ibu ingin benar-benar merekam wajah damaimu itu. Rambutmu, badanmu, igauanmu, smua Ibu rekam malam ini. Mungkin malam-malam setelah malam ini Ibu belum tentu bisa menemanimu tidur.
Nak, Ibu akan mulai belajar lagi. Jadi mungkin waktu Ibu tidak lagi banyak bersamamu. Tapi ingat satu hal, di manapun Ibu berada, Ibu sayang sekali kepadamu. Kinan anak yg pandai, jadi Ibu yakin pasti bisa paham.
Maafkan Ibu ya Nak. Ibu saat ini minta waktu untuk mengejar mimpi Ibu. Kinan juga besok kalau sudah besar harus semangat ya mengejar mimpi. Kita para wanita juga berhak berperan dalam hidup ini. Bahkan Ibu sih pede, jadi apapun kita para wanita, pasti jadi sesuatu yang hebat asal kita berpegang pada prinsip-prinsip kebenaran. Kinan, kita wajib bersyukur, Bapakmu itu sangat menghormati pilihan Ibu, sangat mendukung mimpi-mimpi Ibu. Besok kalau kamu cari suami yang mirip Bapak dalam hal ini ya? Nanti Ibu kasih bocorannya. Hehehe. . Walau begitu, Ibu tidak akan larut dalam kesibukan terus-menerus. Karena prioritas Ibu adalah kamu dan Bapakmu, dan adek kamu kelak. Setelah selesai, Ibu tidak akan praktek di banyak tempat dan tidak praktek di rumah. Ok?? Ibu minta ijin waktumu ya Nak?
Kinan tidak usah khawatir, kita masih bisa nyanyi bareng. Ibu kan dah belajar nyanyi buat Kinan, belajar masak juga. O iya, nanti Ibu tulisin resep masakan kesukaanmu biar mba Tur atau Uti bisa masakin buat Kinan. Tapi jangan lupa minum yang banyak habis maem ya Nak. Jangan lompat-lompat habis maem. Trus Kinan harus latian sabar ya. Kalo lagi gemes jangan keras-keras nyubitnya. Tapi Kinan anak hebat ko. Ibu bangga sekali kepadamu Nak. Dan Ibu sayang banget sama Kinan. Beneran. Muahh..

Ibumu

4 Komentar

Filed under Uncategorized

Tb Paru dan Aku

Tentang Tuberkulosis Paru dan aku. Pertemuan pertama.
Sesaat sebelum menyelesaikan pendidikan sarjana kedokteran, kami para calon dokter diharuskan membuat karya tulis ilmiah. Ini berlaku di kampusku. Entah bagaimana ceritanya, aku memilih mengangkat tema Tb paru. Pada saat itu aku tertarik karena Indonesia termasuk 3 besar negara dengan penderita Tb paru terbanyak. Saat itu tahun 2005, Indonesisia terbanyak ketiga setelah India dan Cina. Aku hanya mengukur hubungan antara Tb paru dan jenis kelamin, hubungan Tb paru dan usia. Dosen pembimbingku sangat baik & membantu. Terima kasih dr. PS, Sp. PD.
Pertemuan kedua
Stase Penyakit Dalam dalam masa koas, tahun 2007. Aku sangat mengagumi dosen paruku, dr. IR, Sp. P. Beliau sangat peduli dengan pasien dan sangat teliti dalam merawat pasien Tb. Kebetulan aku kebagian tugas referat dengan beliau. Jadi aku kembali berkutat dengan data-data pasien Tb. Dan tetap saja aku terheran-heran kenapa masalah Tb tidak kunjung berkurang.
Pertemuan ketiga, keempat, dan seterusnya
Di rumah sakit pemerintah Tahun 2009, sebagai dokter jaga, dokter poli, ka instal lab, anggota tim Tb DOTS RS. Masalah Tb tak kunjung reda. Kali ini aku tidak lagi heran kenapa. Penyakit yang komplek, pengobatan yang lama, tingkat pengetahuan yang tidak merata, tingkat keseriusan yang rendah, status ekonomi yang rendah, dan masih banyak faktor lainnya. Aku tidak heran. Aku hanya berdoa, aku bisa ambil pendidikan paru. Walau saat ini mungkin tidak ada kesempatan untukku. Tp hasrat itu masih tetap ada.

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Kopiah Akung To

Akung To, suka sekali dengan kopiah hitamnya. Berkali-kali anaknya membelikan berbagai jenis topi, dari buatan luar negeri sampai topi kaki lima, tetap saja kopiah hitam yang lebih disuka.
Suatu hari, Akung To pergi ke ibukota dengan tetap memakai kopiahnya. Dari stasiun naik taksi ke suatu hotel berbintang. Si Akung ini lama ga dapet taksi, ternyata eh ternyata para sopir taksi ga mau ambil risiko bawa penumpang yang dari penampilannya ‘ndeso’ banget. Gimana ga ndeso, hem& celana yang jelas bukan merk terkenal, alas kaki yang lusuh. Dan itu lho, kopiahnya. Hadeeuh, kasian sekali Akung. Untung saja ada kawan si Akung yg menyelamatkannya. Mereka berdua naik taksi yang sama walo berbeda tujuan. Kawan yang baik ini mengantar Akung sampai ke tujuan. Kawan si Akung menasehati begini, “makanya Kang, klo ke Jakarta yg perlente dikit. Saya saja klo ga gitu ya pasti dpt perlakuan yang sama kaya sampeyan” (bahasa versi penulis ^^). Si Akung cuma geleng-geleng kepala.
Entah bagaimana cerita si Akung di hotel berbintang itu. Sepertinya sudah bisa kita tebak. Kita sudah sangat terbiasa memperlakukan orang hanya melihat dari penampilan luarnya. Bukan sekedar dont judge a book by its cover, tp bagaimana kita bisa jujur tampil apa adanya.
O iya, setelah kejadian ini Akung To tetap setia dengan kopiah hitamnya

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Ijin Sakit

Benci banget liat politisi/ koruptor/ penjahat yang  menggunakan ijin sakit cm buat menghindari hukuman atau pertanggungjawaban dr kesalahannya. Heran aku. Mereka tuh ga pernah pada liat orang2 susah yang bener2 sakit tp ga mau dirawat cm karena ga punya biaya untuk berobat. Aku yakin mereka ga pernah liat rakyat mereka menahan sakit yang beneran cm krn kondisi mereka tdk mampu mendapatkan pengobatan yang layak. EEEh, mereka enak2an ke luar negeri alasan check up lah, di rawat di rumah sakit luar negeri lah. Wooyy, pas sehat kemana saja tuh otak.. Sehat dibawa buat maling dan njegal, sekalinya di suruh tanggungjawab bilang sakit. Dasar orang tidak tau malu..!!! Klo aku ketemu org2 kya gitu pasti ku kirim ke bangsal kelas 3 sekalian. Biar ngerasain gmn orang2 susah yang benar2 sakit.

Marah, marah, marah. Ptw$@jdkjfkajglkhkahgkj..!!!!!

Tinggalkan komentar

Filed under ceritaku saja

Hamil Pertama

Waaaaaaaaahh, lama biyanget ga cerita. Alasan klise, sibuk. Hehe..

Kabar baru yang menyenangkan. Alhamdulillah aku hamil, setelah menunggu 1,5 tahun. Sebagai pasangan yang tinggal berlainan kota, sungguh sulit mewujudkan impian mempunyai momongan. Dan ketika aku dan misua didiagnosa hanya mempunyai kemungkinan 2,5% untuk terjadi pembuahan alami, serasa ambruk duniaku. Sebagai orang medis, semua menjadi menakutkan. Tapi aku harus tetap tenang untuk menyemangati misua. Klo aku yang tau medis bingung, gmn nanti misua yang non medis. Padahal jujur, aku binguuuuung banget saat itu.

Tentu saja aku dan misua tetap berusaha dan berdoa. Dan ketika aku sampai pada tahap pasrah, disitulah aku mendapat pertolongan Tuhan. Suatu saat ketika selesai salat, aku berkata dalam doa, ” Baik, Tuhan aku sudah pasrah. Apapun yang akan Engkau berikan padaku, pasti itu yang terbaik untukku”. Tidak ada beban, tidak sedih juga. Hanya pasrah saja.

Dan ya, aku termasuk dalam golongan 2,5% kemungkinan terjadi pembuahan alami dg kondisi kami. Aku hamil. Sangat mengejutkan dan membahagiakan. Aku sangat bersyukur, walau terkadang masih terkaget-kaget dgn perubahan yg terjadi. Mual, muntah, pusing dan sebagainya. Hal biasa yang dialami ibu hamil. Pekerjaan terbengkalai, gampang capek, dan seterusnya. Hehe.. Satu yg sering aku lupa adalah kita manusia hanyalah makhluk, yang diciptakan. Dan Dia lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Al Hadid:2)

Astaghfirullah..

Masih bukan hamba terbaikMU.

3 Komentar

Filed under ceritaku saja