Ketika Tangan dan Kaki Berkata
Bulan ini bulan Ramadhan.
Aq sedikit kehilangan ‘greget’ di Ramadhan kali ini. Banyak sekali perubahan yang terjadi padaku dan aq masih sedikit kesulitan menyesuaikan diri. Hal itu berimbas pada ibadahku di bulan Ramadhan kali ini.
Ramadhan kali ini ibadahku terasa sangat kurang dibanding Ramadhan2 yang lalu. Selalu masalah klise yang jadi alasan. Sibuk. Tapi sbenarnya itu hanya alasan saja. Ibadah2 yang biasanya rutin aku lakukan selama Ramadhan, tp tidak kulakukan saat ini hanya karena malas :’( Hingga suatu saat aq tersadar dan aq konsul ke salah satu sahabatku, jeng Ria. Diskusi berjalan sampai beberapa waktu hingga akhirnya kami memutuskan untuk menargetkan sesuatu di bulan Ramadhan kali ini. Aq sangat bersyukur masih dikelilingi sahabat2 yang sangat baik sehingga mampu membimbingku kembali ke jalan yang benar. Lup u jeng ![]()
Jujur saja, aq hampir melupakan keisimewaan bulan Ramadhan. Dan terlalu fokus pada hal2 yang lbh duniawi. Aq terlalu fokus pada keluarga, pekerjaan, pada target2 hidupku, pada rencana2 ke depan dan hal2 duniawi lainnya. Astaghfirullah.. Apa yang sudah aq lakukan kepada hidupku..?? Aq melupakan betapa istemewanya nilai ibadah di bulan ini. Betapa Allah mencurahkan rahmat secara besar2an kepada umatNYA di bulan Ramadhan. Aq juga melupakan kegembiraan yang selalu aq rasakan di bulan Ramadhan semenjak aq kanak2. Aq hampir melupakan hal itu.
Namun aq sangat bersyukur masih terselamatkan. Semua berkat orang2 terdekatku. Dan aq merasa sangat berterimakasih karenanya. Alhamdulillah banget. Jadi, untuk soundtrack ku bulan ini adalah ‘ Ketika Tangan dan Kaki Berkata’ nya Chrisye, gubahan dari Ayat Al Quran oleh Taufik Ismail. Lagu yang selalu membuatku takut dan merinding.
Akan datang hari, mulut dikunci
Kata tak ada lagi
Akan tiba masa, tak ada suara
Dari mulut kita
Berkata tangan kita tentang apa yang dilalkukannya
Berkata kaki kita kemana saja dia melangkahnya..
Tidak tau kita bila harinya
Tanggung jawab tiba…
Robbana
Tangan kami,
Kaki kami,
Mulut kami,
Mata hati kami,
Luruskanlah..
Kukuhkanlah..
Di jalan cahaya, Sempurna
Tidak tahu kita, bila harinya
Tanggung jawab tiba
Mohon karunia, kepada kami
HambaMU yang hina
Depan Belakang Sama Saja
Sedikit mengoreksi kelemahan diri sendiri.
Aku tidak begitu pintar dalam hal mengeluarkan pikiran atau unek2 secara lisan dlm waktu singkat. Pasti butuh waktu untuk mempertimbangkan baik-buruk efeknya. Seringnya si kelamaan mikirnya :’( Jadi kadang aku kurang begitu lugas dalam memberikan respon. (Kalimatnya ga sip ni..) Tapi intinya aq sulit untuk bicara blak-blakan. (Hehe, klo ini dah paham kan y?) Akibatnya ya sering timbul pertentangan2 dlm diriku berkaitan dengan situasi yang kuhadapi.Aku terlalu membawa ‘perasaan’ ketika akan mengeluarkan pikiran2ku. Perasaan sungkan, takut, ga enak sering muncul mendahului. Sehingga hal tersebut menghambat banget dalam komunikasiku dengan orang lain ![]()
Sebenarnya aku sudah lama menyadari kelemahanku. Sedang dlm proses perbaikan. Under construction lah.. Hambatanku dalam beriteraksi sosial ini lebih terasa berat ketika aku memulai sebuah relasi baru. Dulu, ketika masih jaman pedekate ma suami, aku jg mengali kesulitan spt ini. Aku kurang bisa berbahasa lisan dlm mengungkapkan pikiranku. Hasilnya ya timbul banyak kesalahpahaman. Tapi semakin lama aku dan suami (dulu msh calon) menemukan cara jitu menyelesaikan permasalahan kami. Caranya ya dengan menggunakan bahasa tulisan jika komunikasi kami tiba2 macet gara2 aku tidak bs mengungkapkan secara lisan. Tapi hal tersebut butuh waktu lama. Jadi pelan2 aku belajar untuk menggunakan bahasa lisan (bukan tulisan lg) dalam setiap komunikasi kami. Aku bersyukur memiliki suami penyabar
Sekarang, saat aku memasuki dunia kerja yang nyata, aku dihadapkan pada kelemahanku tersebut. Situasi yang baru memaksaku untuk butuh waktu lama dalam hal beradaptasi. Tapi aku harus cepat2 memperbaiki diri. Karena komunikasi yang tidak berjalan optimal akan merugikan banyak pihak. Dan seringnya komunikasi akan lebih lancar dengan bahasa lisan kan? Aku harus banyak introspeksi, banyak belajar, jadi harus SMANGAAAAAAAAAATT…!! ![]()
Kuasa Tuhan
Sedikit cerita tentang salah satu hariku.
Minggu pagi, jaga Igd.
Hari itu seperti hari biasa; datang ke IGD, periksa pasien, visite bangsal. Namun ada sedikit perbedaan karena hari itu aku mengalami KEJADIAN LUAAAAAAAAARR BIASA. Semua tentang kuasa Tuhan.
Datang pasien, wanita usia 30an, post melahirkan hari ke-20, dengan keluhan sedikit sesak. Hipertensi, takikardi (denyut jantung cepat). Paru2 bersih, Jantung takikardi tanpa bising jantung. ECG dan observasi di IGD, tetap stabil. Pasien asyik bercanda dengan perawat. Setelah memberikan terapi, aku tinggal sebentar utk visite ke bangsal. Namun tiba2 kondisi pasien memburuk. Luar biasa buruk.
Aku cek ulang smua. Adakah yang terlewati oleh pemeriksaanku? Tanda vital, keadaan umum dan kesadaran pasien semua turun. Aku tahu aku menghadapi kondisi kegawatdaruratan jantung. Ini tidak main2 rumitnya. IGD panik, semua panik. Tp mungkin aku yang paling panik. Keluarga pasien sudah histeris, pasien sudah tidak sadar dengan monitor jantung yg gambarannya dah amburadul. Aku harus mengamankan A(Airway)-B(Breathing)-C(Circulation) pasien. Tp yang bermasalah adalah Cnya. Berat sekali. Pertolongan pertama sudah masuk, kondisi pasien tetap tidak membaik juga. Jantung, jantung, jantung… Aku tau yang aku hadapi dan aku tidak berdaya. Otakku macet, aku tidak pd. Aku konsulkan ke senior. Tapi ada sedikit perbedaan pandangan. Aku bingung karena aku yang menghadapi pasiennya dan aku yang harus membuat keputusan. Keputusan yang salah adalah hal yang fatal. Aku dihadapkan pada pilihan yang sangat sulit. Menuruti saran senior atau mengambil keputusan sendiri. Keluarga pasien menjerit2 di belakangku dan perawat2 berdiri di depanku, menunggu instruksi selanjutnya. Saat itu aku hanya bisa berdiri terpaku, mencoba mengais2 ilmuku yang tak seberapa utk disatukan dengan data kondisi pasien. Dan aku tau aku berada pd titik kosong. Aku berdoa, aku memohon dan terus memohon kepada Tuhan. Bahwa aku tidak bisa apa2, i am nothing. Tuhan lah yang berkuasa.
Aku memutuskan utk bertindak berdasarkan pemikiranku sendiri, berbeda pendapat dengan senior. Dan tentu saja dengan semua risiko yang harus aku tanggung. Aku pasrah.
Keajaiban terjadi. Pasien mulai sadar dan tanda2 kehidupan kembali terlihat di tubuhnya. Aku hampir tidak percaya hal itu terjadi. Sampai ketika alat bantu nafas pasien dilepas dan dia mengucapkan kata2. Aku sangat, sangat, sangat bersyukur. Dalam situasi yang serba terbatas dan kondisi pasien yang sulit, aku masih bisa melihat tanda2 kebesaran Tuhan. Dan aku teringat dengan puji-pujian yang sering didendangkan di mushala,
“mboten wonten doyo lan mboten kiat.. mboten wonten doyo lan mboten kiat.. kejawi angsal pitulunge Allah, kejawi angsal pitulunge Allah…”
Mental Baja
Mental baja..??
Aku merasa tidak punya mental baja. Terlalu rapuh dan sensitif, jadi bikin stress. Lho ko malah curhat..?? Ga si, cuma pingin cerita dikit. Curhat jg ding, hehe..
Aku klo boleh memilih, lebih seneng visite ke bangsal kelas 3 dibandingkan dengan kelas 1 atau 2. Iya si, harusnya aq ga boleh pilih2 dalam hal memberikan pelayanan. Tapi ada beberapa hal yang bikin aku berpikiran demikian.
Bangsal kelas 3 jelas didominasi oleh pasien2 dari kalangan kurang beruntung. Mereka biasanya lebih enak dalam hal kasih terapi karena mereka percaya ke kita. Kata lainnya ga rewel
Dan insyaallah aku selalu berusaha tidak menyalahi kepercayaan mereka. Dosa kan ya..? Walau ada jg beberapa yang sulit diberi pengertian karena pendidikan mereka yang (biasanya) rendah. Walaupun tidak semuanya seperti itu si. Aku jd lebih enak menjalin hubungan dengan mereka dan lebih nyaman dalam memberikan terapi. Selain itu, mereka biasanya tidak arogan. Jadi aku bisa ketawa-ketiwi bareng mereka. Dan, aku mengharap ridlo Tuhan yang lbh banyak dari mereka. Tapi ada hal terasa sangat berat buat aku.
Melakukan visite bangsal kelas 3 membuatku stress. Karena wajah2 mereka yang kesakitan, menderita terpatri jelas di benakku. Dan jujur saja itu sangat menggangguku, bikin stress. Karena aku tidak mempunyai mental baja. Aku ini orang yang mudah menangis, terlalu sensitif lah. Gambarannya begini. Kita masuk ruangan yang mungkin kondisinya tidak eh, maksudnya kurang sebaik bangsal yang lain, berisi orang2 sakit yang kita tahu berasal dari kalangan kurang beruntung, dikelilingi keluarga yang tidak lebih baik dari si sakit. Ngenes banget lah pokoke.. Wajah2 mereka akan terpatri jelas. Dan mungkin tindakan kita hanya sedikit saja membantu mereka. Jadi aku stress. Bagi teman sejawat pasti bs memahami situasi yg aku gambarkan. Makanya, aku sangat senang bercanda dengan pasien2 di bangsal kelas 3. Tau kenapa? Karena jika mereka tersenyum aku akan lebih senang. Kenapa? karena wajah tersenyum mereka yang akan terpatri di benakku. Jadi akan sedikit mengurangi beban mentalku. Siasat yang bagus bukan? Dan mereka jg senang ko aku ajak bercanda. PD banget ya..
Baru saja suami memberiku nasehat yang bagus, aku jd lebih bisa memahami dan menerima kekuranganku itu. Makasih biyanget suamiku. Luv u..
Tentang enzim
Lama banget ni aq baca buku “The Miracle of Enzyme” nya Hiromi Sinya, MD. Gimana ga lama, aq beli bk ini 1 minggu sblm merit. Jadi ya bacanya kepotong2. Ni aja aq blm slese bacanya.
Buku ini ditulis oleh Guru besar Gastroenterologi keturunan Jepang yang praktek di US ma Jepang. Biasa melakukan endoskopi terus melakukan penelitian dengan survey pola makanan dari pasiennya. Trus dicari hubungan antara pola makanan dengan gambaran kolonoskopi dari pasien2nya tersebut. Menarik sekali. Banyak informasi terbaru tentang pola makan sehat. Jadi aq akan mempraktekan dan menularkannya ke orang lain. Smoga bermanfaat.
Mau beli buku apa lagi ya..?
Status : Married
Lama bgt ni ga nulis lg. Bulan kemarin bln yg sibuk. Orientasi cpns dan menikah membuat otakku sulit menulis. Mari qt bercerita kembali. Di tengah masa orientasi cpns, aq ijin menikah. Acara berlangsung di kediaman ortuku dan ortu suami. Setelah itu lgs masuk kerja. Jd aq mengalami shock jg ni dg banyak perubahan yg tjd.
Pertama, menjadi seorang istri. Aq mengalami sdkt kesulitan ketika memulainya. Perbedaan kebiasaan, background pendidikan, sifat, budaya dsb. Tp aq sangat b’syukur punya suami yg pengertian bgt. Dan aq teringat tausiyah pd pernikahanku oleh KH. Mustofa Bisri. Aq seneng bgt beliau bs hadir di pernikahanku.. Matur nuwun, Gus..
“Kenapa laki2 dan perempuan menikah?”, tanya Gus Mus. Padahal, menurut Al Quran perbedaan antara laki2 dan perempuan jauh lebih besar dari perbedaan antar bangsa, masih menurut penjelasan beliau. Disebutkan dlm Al Quran (aq lupa ayat berapa) perbedaan terbesar adalah antara laki2 dan perempuan, selanjutnya adalah antar bangsa2 dan antar suku2. Allah memerintahkan manusia untuk belajar perbedaan mulai dari perbedaan terbesar dulu, yaitu antara laki2 dan perempuan agar ketika hidup bermasyarakat dan berbangsa bisa lebih rukun dan damai. Perbedaan bukanlah hal yang harus ditakuti. Begitu nasehat beliau.
“Mudah atau tidak berbuat baik kepada suami/ istri?”, Gus Mus kembali bertanya.
“Mudah sekali, yang sulit adalah berbuat baik kepada suami/istri terus-menerus”, ungkap Gus Mus. Namun, perlu diingat bahwa perbuatan baik tidak ada artinya jika tidak dilakukan terus-menerus. Mmm. harus diingat2 terus ni..
Minggu2, mungkin tahun2 pertama pernikahan mungkin akan terasa sangat berat dalam hal beradaptasi. Tapi ingatanku harus dikembalikan kepada nasehat Gus Mus. Ya wajar lah berat, wong Al Quran aja sudah mengakui bahwa perbedaan terbesar adalah antara laki2 dan perempuan. Jadi wajar kalo berat, tp harus tetep smangat dong.. Inilah momen dalam hidupku yang membuatku untuk terus berkembang. Kedewasaan, pemikiran, kesabaran dan segala atribut dalam diriku akan berkembang. ( Smoga termasuk berat badanku, hehehe..).
Kedua, jadi pegawai negeri. Hmm, ini jg butuh kesiapan mental. Banyak aspek2 yang harus lbh aq cermati lg. Kedisiplinan, tanggungjawab, hubungan antar manusia harus aq tingkatkan. Yah, kadang aq masih tdk disiplin, masih kurang bertanggungjwb dan masih sulit utk berkomunikasi secara verbal dg org2 baru. Tapi dgn momen ini aka aq harus berkembang. SMANGAAAAAAAAAAAATTT…!!
(Soundtrack ku bulan ini adalah Hey Jude nya the beatles yg di remake ma Joe Anderson di film Across the universe)
“and anytime u feel the pain Hey Jude, refrain dont carry the world upon ur shoulder…”

Tausiyah Gus Mus
Jauh……..
Lagi merasa jauh dari Tuhan.
Sangat klise kalo aq menyalahkan kesibukannku yang menyebabkan aq merasa jauh dr Tuhan. Alhamdulillah aq sudah menerima SK CPNS dan ditempatkan di RSUD tempatku sebelumnya. Alhamdulillah banget karena aq memang inginnya di RSUD, tidak di Puskesmas. Menurutku, dengan bekerja di RSUD aq jd bisa lbh mengaktualisasikan diri, dapat banyak ilmu dan teman. Tapi konsekwensinya tanggungjwbku lbh banyak, risiko pekerjaan lbh banyak juga dan hrs lebih bs memahami birokrasi. Yang terakhir ini yang lebih sulit.
Tiga minggu aq menjalani orientasi di RSUD dan berbarengan dengan persiapan pernikahanku. Belum lg job sampinganku yang belum bisa dilepas. Hasilnya adalah aq lari sana-sini menyelesaikan semua tanggungjwbku. Cape, pusing dan hampa. Kenapa hampa? Karena aq kurang meluangkan waktu untuk Tuhanku. Shalat hanya sekedar menghilangkan kewajiban, dzikir kadang ga selesai, puji2an yg biasanya aq lafalkan dlm hati sudah jarang aq dendangkan, Al Quran..?? Sedih sekali aq mengakuinya. Malu. Pertolongan pertamaku adalah dengan mendengarkan Tartil Quran disela2 wkt istirahatku di IGD. Aq jadi teringat puisi favoritku, karya K.H Mustofa Bisri. Puisi cinta yang bermakna sangat dalam. Aq memberanikan diri menuliskannya di sini, mohon ijinnya Gus..
Tanpa bermaksud tidak sopan, ini hanya pemikiranku saja. Jika ada salah persepsi, ini adalah kekuranganku. Mohon maaf sebelumnya. (Ni bakalan kena pasal UU ITE ga ya..? Naudzubillah..)
Perkenankanlah Aku MencintaiMu
(K.H Mustofa Bisri)
Perkenankanlah aku mencintaiMu seperti ini
Tanpa kekecewaan yang berarti
Meski tanpa kepastian yang pasti
Harapan-harapan yang setiap kali dikecewakan kenyataan
Biarlah dibayar oleh harapan-harapan baru yang menjanjikan
Perkenankanlah aku mencintaiMu semampuku
Menyebut-nyebut namaMu dalam kesendirianpun lumayan
Berdiri di depan pintuMu tanpa harapan Kau membukanya pun terasa nyaman
Sekali-kali membayangkan Kau memperhatikanku pun cukup memuaskan
Perkenankanlah aku mencintaiMu
Sebisaku
Prewed
Bentar lg mo nikah ni..
Banyak persiapan, banyak pemikiran.
Konsep awal pernikahanku adalah sederhana. Alias Ijab kabur, habis ijab langsung kabur (honey moon ndess)
Tp ya nyatanya tetep butuh walimahan jg. Alhamdulillah kelg setuju untuk tidak macam-macam. Jadi ga ada prosesi macem2. Horeeeeeeee… Cukup akad nikah dalam bahasa arab dan bahasa Indonesia. Ini ni yg bikin aq tambah cinte ma masku. Karena keluargaku minta pake akad dlm bahasa arab, masku minta didobel ma bhs Indonesia. Alasannya, klo cm pake bhs arab, ktnya masku dalam melafalkannya takut salah ucap. Jadi konsentrasi akan tercurah utk melafalkan dgn benar, tdk ada kesalahan. So, hatinya kurang mantap karena terlalu terfokus pada lafal, bukan ‘maknanya’. Jd masku minta didobel bhs indonesia supaya ketika dlm bhs indonesia, masku bisa meresapi tiap kata dan maknanya dlm hati. So sweet……..
Kata orang, pernikahan adalah kompromi. Banyak sekali yang akan dikompromikan. Aku dan masku jelas dua pribadi yang berbeda. Dan kompromi kami didasari cinta. Ciyeeeeeeehhh…. Ups, jd malu. Secara sadar, aku tahu beberapa hal yang memang jd hambatan dlm komunikasi kami. Yang utama adalah, komunikasiku kadang macet tiba2, alias tidak bs dengan mudah mengkomunikasikan segala sesuatu. Jadi ketika sedang berselisih paham, ada kalanya aq tiba2 diam saja. Sbenarnya bukan karena aq tidak peduli, tp karena aq bingung dengan apa yang akan aku utarakan. Apakah yg terjadi jk aku mengutarakannya, atau seperti apa aku harus mengutarakannya. Jadi aq lebih nyaman sbenarnya mengungkapkan segala sesuatu secara tulisan. Tp hal tersebut kan tdk efektif jg. Aq sadar hal itu ko..
Bismillah, smoga pernikahanku langgeng sampe selamanya. Amin..
Luv u masku…….
KLB (Kejadian Luar Binasa…)
Minggu kemarin terasa berat banget buat aq. Dalam satu minggu banyak kejadian yang menguras tenaga dan terutama pikiranku.
Diawali dengan adanya surat komplen ke Pak Dir yang menyatakan aq tdk bs baca Rontgen. Jujur saja aq kaget karena kebetulan itu adalah pasien pas pergantian sift jaga jd hanya meneruskan terapi dr dokter sebelum aq. Tp aq memang salah, karena terlalu percaya dengan pemeriksaan sebelumnya shg tdk teliti dlm memeriksa. Dan kesalahanku kedua adalah komunikasi yang tidak baik. Buktinya ketika aq menjelaskan bahwa “kemungkinan” tdk ada patah tulang diartikan oleh pasien sebagai “pasti” tidak ada patah tulang. Hmm, pelajaran yang sangat berharga. Dua pelajaran yang kuperoleh : (1) periksa dg teliti setiap pasien walopun sdh diperiksa dan dinyatakan tdk apa2!, (2) komunikasi, sekali lg KOMUNIKASI yang efektif, yang diterima dg baik oleh 2 belah pihak. Jujur saja, kejadian itu sempat jg mengendurkan rasa PD ku. Aq takut jika ternyata aq tdk ckp baik jd dokter. Banyak yang menasehatiku, bahwa dokter jg manusia dengan segala kekurangannya. Cm saja aq butuh waktu lama utk bs memaklumi.
Keesok harinya, di suatu sore sepulang dr job sampinganku ada kejadian seru. Karena terburu2 beli obat buat bpk, aq tdk menyadari ketika salah satu hp ku jatuh. Setelah tersadar, otomatis aq mencoba menghubungi no hpku itu. Pertama kali nyambung tp lgs dimatikan. Dan pada kedua kalinya no hpku tdk aktif. Wah, isyarat tdk baik ni. Jd ketika aq kembali ke apotek tempt td aq beli obat jg aq sdh setelah ikhlas tdk menemukan hpku. Eh, ternyata di dpn apotek td ada seorang kakek baik hati yang blg ada org yang mengambil hpku. Dan dia mengetahui rmh si penemu hpku td. Maka tanpa kecurigaan aq dan kakekk itu menuju ke rmh penemu hpku. Ternyata si penemu td adalah preman bo! Bukannya aq suudzon lho ya, tp emang bener gt. Preman td blg hpku ada di temannya dan hrs ditebus. Seketika itu pula aq emosi. Wong hpku sendiri ko ditebus. Sbenarnya aq sdh menyiapkan sejumlah uang sbg ucapan terima kasih. Tp krn si preman td memeras aq jd “keluar tanduk setanku”. Dan dengan kenekatan yang luar biasa aq balik mengancam dia. Si kakek lgs panik, dan dia minta ijin plg. Jd saat itu aq sdr di rmh si preman ditemani istrinya. Si preman memanggil temannya yg pegang hpku. Total aq bersama 5 preman, sementara aq sendiri. Ciut jg sbenarnya nyaliku. Tp aq benar, dan hanya Allah yg pantas aq takuti. Pura2 saja sore itu aq berani dan tegas. Dan ternyata aq berhasil menawar 1/2 jumlah tebusan yg mereka minta. Nekat jg ya klo dipikir.. Tp alhamdulillah aq bs plg dg selamat membawa hpku dan obat utk bpk.
Kejadian yang ketiga adalah adanya kecelakaan massal. Truk berisi para penjenguk pasien RS terguling di jalan menanjak. Yup, spt ceritaku sebelumnya, masyarakat sekitar sini sebagian besar menggunakan truk pengangkut pasir/ pick up sebagai kendaraan penjenguk/ pengantar pasien. Walhasil, korban kecelakaan mlm itu sebanyak 21 orang yang datang pada saat bersamaan, sekitar pkl 22.00. IGD tempatku bekerja terdiri dari 1 dokter jaga plus 2 orang perawat. Dan mlm itu terasa rame sekali dengan banyaknya suara tangisan, raungan sirine ambulans yang bolak2 mengantar pasien dan orang2 yang hanya menonton. Sempet panik jg ni aq, br pertama kali mengalami kecelakaan massal gn. Tp alhamdulillah dah pernah ikut PPGD dan ATLS. Jd yang pertama aq lakukan adalah Triage, alias pengelompokkan pasien berdasarkan kondisi pasien. Dengan dibantu satpam, bidan dan perawat Puskesmas pengantar dan jg perawat RS, aq mulai menyeleksi pasien mana saja yang langsung dirawat, langsung dirujuk atau cukup hanya menunggu dirawat. Banyak sekali pasien Cedera Kepala dan sebanyak 8 orang membutuhkan fasilitas lbh baik. Jadi setelah ABC clear, aq rujuk saja. Menurut info dr RS rujukan, kemarin dari 8 pasien tersebut masih ada 4 yang belum sadar
Tiga orang perawat bangsal kami panggil untuk membantu di IGD. Sebanyak 6 orang dirawatinapkan dan 7 orang rawat jalan. Baru pukul 02.30an semua pasien kecelakaan massal tersebut selesai ditangani. Capek tapi seru
Karena situasi yang ribet td aq cm melaporkan pasien tersebut dengan lembar konsul di status pasien. Dan ternyata sempet ada ketidaknyamanan jg karena senior menginginkan laporan langsung per telpon. Aduh, jujur saja aq ga kepikiran. Konsentrasiku hanya pd menangani 21 pasien yang datang bersamaan dengan optimal. Masalah administrasi agak tersingkirkan. Tp hal tersebut jd pelajaran lg buat aq.
Begitu kira2 cerita di minggu yang terasa berat buatku. Seperti biasa, dengan kelelahan yang luar biasa, aq menjadi sulit tidur. Jadi aq baca buku biar bs cpt memejamkan mata. Buku Rumi’s Daily Secret terbitan Bentang dengan penerjemah H.B Jassin dan editor Ali Audah. Sangat dalam membuka pemahamanku, sampai aq sendiri heran. Waktunya tepat sekali, disaat aq galau butuh pegangan. Dibandingkan membaca bk Mastnawi 1,2,…dst, aq lebih mudah memahami bk ini. Namun ada jg beberapa halaman yang sulit aq pahami walau sudah kubaca berulangkali. Aq bersyukur sudah membeli buku bagus itu
Alhamdulillah minggu yang terasa berat ini membuatku banyak belajar.
SMANGAAAAAAAAAAATT…!!
Buku Susanna Tamaro
Kemarin sempat kabur sejenak ke toko buku dan dapat buku bagus. Horeeee.. ;)
Aku beli buku dari Susanna Tamaro lagi, seorang penulis wanita Itali. Jadi tiga buku karyanya dah aku punya, (1) Pergilah kemana hati membawamu, (2) Jawablah aku, dan yang baru kubeli (3) Dengarlah suaraku. Cerita dikit ya.. Sempet aku tulis jg si di blog FS ku dulu.
Kalau aku beli buku biasanya si liat penulis atau resensi ceritanya dulu, kalau menarik baru aku beli. Tapi untuk buku2 dari Susanna Tamaro ini aku tertarik dengan sampul bukunya dulu. Ternyata ceritanya sebagus sampulnya. Jadi ga sia2 kan aku beli bukunya? Awalnya aku tertarik dengan buku pertama yang diterbitkan di Indonesia, Pergilah kemana hati membawamu. Kalau ga salah pernah dimuat sebagai cerita bersambung di harian Kompas. Bener ga y? Judul itu sangat membekas di hati karena dulu waktu aku masih muda (cie, skrg dah tua ni..) aku pernah bikin puisi dengan judul yang sama. Malahan ada Pergilah ke mana hati membawamu1 ma Pergilah ke mana hati membawamu 2. Hehehe, kalau ingat jadi malu sendiri. Puisi2 roman picisan gitu
Stop. Kembali ke Susanna Tamaro. Yap, ketiga buku Susanna Tamaro bagus2 banget sampulnya. Tapi teteeeep, sampul yang paling aku suka yang Pergilah ke mana hati membawamu itu. Bagus deh.. Padahal orang bilang, don’t judge a book by its cover. Tapi siapa bilang..??!! Buku ketiganya belum selesai aku baca ni. Ternyata kelanjutan dari buku Pergilah ke mana hati membawamu. Jadi ga sabar slesein baca.. Susanna Tamaro, i’m coming……………………..

Bagus ya sampulnya..
leave a comment